Rabu, 21 Desember 2016

Teknologi dan Pemberantasan Kemiskinan

TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN
Ilmu Sosial Dasar

Dosen = Sri Hermawati

1IA08

M. Lucky Haidar

54416982





TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016




Bab I
Pendahuluan

1.    Latar Belakang
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru.
Menurut Naisbit (2002), mengutip pengertian dari teknologi dari Random House Dictionary, yang mengatakan bahwa teknologi merupakan sebuah benda dan juga objek, serta bahan dan juga wujud yang berbeda dibandingkan dengan manusia biasa.
      Menurut Miarso (2007), mengungkapkan bahwa teknologi merupakan suatu  bentuk proses yang meningkatkan nilai tambah. Proses yang berjalan tersebut dapat  menggunakan atau menghasilkan produk tertentu, dimana produk yang dihasilkan  tidak terpisah dari produk lain yang telah ada. Lebih lanjut disebutkan pula bahwa  teknologi merupakan suatu bagian dari sebuah integral yang terdapat di dalam suatu  sistem tertentu.

1


2. Rumusan Masalah
·                  Apa itu kemiskinan ? Bagaimana jenis-jenis kemiskinan di Indonesia ?
·                  Apa yang menyebabkan terjadinya kemiskinan di Indonesia ?
·        Bagaimana peran teknologi dalam memberantasi kemiskinan di Indonesia ?


2




Bab II
Pembahasan


1.     Apa itu Kemiskinan ?
   Secara harfiah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), miskin itu berarti tidak      berharta benda. Miskin juga berarti tidak mampu mengimbangi tingkat kebutuhan    hidup standard dan tingkat penghasilan dan ekonominya rendah. Secara singkat          kemiskinan dapat didefenisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah yaitu  adanya kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan  standard kehidupan yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. (Wikipedia,    http: //id.Wikipedia.org/Wiki/Ekonomi, 12/03/09, 10.15 P.M). 

   Sedangkan secara umum kemiskinan diartikan sebagai kurangnya pendapatan untuk  memenuhi kebutuhan hidup pokok atau dasar. Mereka yang dikatakan berada di garis  kemiskinan adalah apabila tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.     
   Istilah kemiskinan selalu melekat dan begitu popular dalam masyarakat yang sedang berkembang. Istilah itu sangat mudah diucapkan tetapi begitu mudah untuk menentukan yang miskin itu    yang bagaimana siapa yang tergolong penduduk miskin. Untuk memberi pemahaman konseptual,  akan dikemukan dua pengertian kemiskinan, yaitu: 
1)    Secara kualitatif, definisi kemiskinan adalah suatu kondisi yang didalamnya hidup manusia tidak layak sebagai manusia, dan  

2)  Secara kuantitatif, kemiskinan adalah suatu keadaan dimana hidup manusia serba kekurangan, atau dengan bahasa yang tidak lazim “tidak berharta benda”   (Mardimin, 1996:20)


3


2. Jenis-jenis kemiskinan
        Dalam membicarakan masalah kemiskinan, kita akan menemui beberapa jenis-jenis   kemiskinan yaitu: 
1)    Kemiskinan absolut. Seseorang dapat dikatakan miskin jika tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum hidupnya untuk memelihara fisiknya agar dapat bekerja penuh dan efisien. 
2)    Kemiskinan relatif. Kemiskinan relatif muncul jika kondisi seseorang atau sekelompok orang dibandingkan dengan kondisi orang lain dalam suatu daerah.  
3)    Kemiskinan Struktural. Kemiskinan struktural lebih menuju kepada orang atau sekelompok orang yang tetap miskin atau menjadi miskin karena struktur masyarakatnya yang timpang, yang tidak menguntungkan bagi golongan yang lemah. 
4)    Kemiskinan Situsional atau kemiskinan natural. Kemiskinan situsional terjadi di daerah-daerah yang kurang menguntungkan dan oleh karenanya menjadi miskin.  
5)    Kemiskinan kultural. Kemiskinan penduduk terjadi karena kultur atau budaya masyarakatnya yang sudah turun temurun yang membuat mereka menjadi miskin  (Mardimin, 1996:24). 


3. Faktor-faktor penyebab kemiskinan

a.     Faktor-Faktor penyebab kemiskinan secara manusia:
          Adapun Faktor-Faktor penyebab kemiskinan secara manusia, yaitu: 
1) Sikap dan pola pikir serta wawasan yang rendah, Malas berpikir dan bekerja.
2)    Kurang keterampilan
3)    Pola hidup konsumtif 
4)    Sikap apatis/egois/pesimis
5)    Rendah diri
6)    Adanya gep antara kaya dan miskin
7)    Belenggu adat dan kebiasaan
8)    Adanya teknologi baru yang hanya menguntungkan kaum tertentu (kaya)
9)    Adanya perusakan lingkungan hidup
10)  Pendidikan rendah

4

11)  Populasi penduduk yang tinggi
12)  Pemborosan dan kurang menghargai waktu
13)  Kurang motivasi mengembangkan prestasi
14)  Kurang kerjasama
15)  Pengangguran dan sempitnya lapangan kerja
16)  Kesadaran politik dan hukum
17)  Tidak dapat memanfaatkan SDA dan SDM setempat, dan
18) Kurangnya tenaga terampil bertumpun ke kota. (Manurung, dalam Bulletin YDS, 1993:4) 

b.     Faktor-Faktor penyebab kemiskinan secara non manusia: 
     Adapun Faktor-Faktor penyebab kemiskinan secara non manusia: 
1)    Faktor alam, lahan tidak subur/lahan sempit
2)    Keterampilan atau keterisolasi desa
3)    Sarana pehubungan tidak ada
4)    Kurang Fasilitasi umum
5)    Langkanya modal
6)    Tidak stabilnya harga hasil bumi
7)    Industrialisasi sangat minim
8)    Belum terjagkau media informasi
9)    Kurang berfungsinya lembaga-lembaga desa
10) Kepemilikan tanah kurang pemerataan.(Manurung, dalam Bulletin YDS, 1993:5)


4. Pengentasan kemiskinan berbasis TIK
   Penanggulangan kemiskinan (poverty alleviation) atau pengurangan kemiskinan  (poverty reduction) merupakan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan  masyarakat, baik ekonomi, sosial, politik, maupun lingkungan.

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diperkenalkan kepada masyarakat untuk  meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan dasar dan kegiatan-kegiatan  pengembangan ekonomi. Kebanyakan media lokal atau saluran informasi di perdesaan  bersifat interpersonal (tatap muka, lisan). Dengan adanya TIK diharapkan budaya  komunikasi dan informasi di perdesaan yang tradisional, bersifat top-down, hirarkis,  paternalistik, searah, tersentral dan sebagainya, berubah menjadi lebih terbuka dan  partisipatif.

    Jadi, pengentasan kemiskinan berbasis TIK bukan hanya mencoba menekankan pada  aspek pengembangan ekonomi saja, melainkan juga pada aspek sosial, politik,  lingkungan, dan individu. Melalui penguatan kapasitas dan penguasaan informasi,  seseorang individu diharapkan bisa menggunakan hak-haknya, lebih berdaya, percaya  diri dan memiliki kemampuan untuk berpartisipasi.


5


    i.     Telecenter sebagai Penyedia Fasilitas TIK
Untuk mewujudkan gagasan di atas, dikembangkan sebuah fasilitas publik yang disebut telecenter. Telecenter adalah suatu lembaga pelayanan publik di perdesaan yang menggunakan TIK (internet, telepon, mesin fax, media audio dan audio visual seperti radio, VCD, CD Rom, dan televisi) agar masyarakat perdesaan dapat mengakses informasi dan pengetahuan yang mendukung program pembangunan dan akses mereka terhadap pelayanan sosial.

Telecenter bukanlah satu-satunya nama yang digunakan untuk sarana yang dikembangkan oleh berbagai program serupa. Berbagai nama lain telecenter yang dikembangkan oleh berbagai program serupa adalah: kios informasi, Balai Informasi Masyarakat (BIM), Warung Informasi Teknologi (Warintek), Computer Training and Learning Centre (CTLC), Community Multimedia Centre (CMC), dan sebagainya.

       Apa perbedaan antara telecenter dengan program yang nampaknya serupa itu? Telecenter dikembangkan sebagai model program penanggulangan kemiskinan dengan infomobilisasi sebagai program utamanya. Infomobilisasi adalah kegiatan pendampingan masyarakat dengan memanfaatkan komunikasi sebagai sumber pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin perdesaan. Jadi, pembangunan telecenter sebagai sarana fisik untuk akses informasi, tidaklah cukup apabila tidak disertai program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

6

   ii.     Infomobilisasi: Salahsatu dari Tujuh Strategi Penanggulangan Kemiskinan dengan Mendayagunakan TIK
Telecenter tidak akan berjalan dan hanya akan menjadi bangunan fisik yang tidak berfungsi apabila tidak dikelola dengan baik. Telecenter juga tidak dimaksudkan hanya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap TIK, melainkan dimaksudkan sebagai penyelenggara program pemberdayaan melalui strategi pendekatan komunikasi. Karena itu ada 7 (tujuh) strategi penggunaan TIK –terkait dengan upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan- yaitu:
1.     Penyadaran;
2.  Infomobilisasi (kegiatan penyampaian dan penggunaan komunikasi dan informasi yang terencana dengan baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat);
3.     Akses komunikasi informasi masyarakat (melalui pelayanan telecenter);
4.     Peningkatan kapasitas masyarakat dengan menggunakan TIK;
5.     Membangun kepemimpinan formal dan informal dalam pemanfaatan TIK;
6. Mengembangkan jaringan kerjasama dalam pemanfaatan TIK untuk mengurangi kemiskinan; dan
7. Memperkuat pelaksanaan desentralisasi pemerintahan daerah dan desa melalui pengembangan program berbasis TIK

7


Bab III
Kesimpulan

        Kemiskinan di Indonesia bisa diatasi apabila masyarakatnya mampu memberdayakan sumber daya alam yang ada didalamnya, juga mau memanfaatkan segala bantuan yang diberikan oleh pemerintah.


8


DAFTAR PUSTAKA
1)    https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
2)    http://dosenit.com/kuliah-it/teknologi-informasi/pengertian-teknologi-menurut-para-ahli
3)    Naisbit (2002). “Teknologi dan Pemberantasan Kemiskinan”. 22 Desember 2016.
4)    Miarso (2007). “Teknologi dan Pemberantasan Kemiskinan”. 22 Desember 2016.
5)    http://www.landasanteori.com/2015/08/pengertian-kemiskinan-jenis-faktor.html
6) http://www.kompasiana.com/ayisumarna/pengentasan-kemiskinan-berbasis-tik_54f3c6f97455139f2b6c8009


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.